LENSA KPU KARANGASEM

Monday, September 15, 2008

JADWAL TESTING MELAR,SOAL SELEKSI DIISUKAN BOCOR

Pelaksanaan test tertulis bagi calon anggota KPUD Karangasem melar dari jadwal yang direncanakan.Awalnya hal ini sempat mengundang tanda tanya ,usut punya usut melarnya jadwal pelaksanaan testing beberapa jam itu ternyata dipicu adanya indikasi soal testing yang yang turun dari KPU Pusat bocor...lho kok bisa ??


[ Minggu, 14 September 2008 ] Dikutif dari Berita RADAR BALI Online
Soal Seleksi Sudah Cacat


KPU Pusat Bakal Ganti Soal

DENPASAR - Dugaan ketidakberesan soal seleksi anggota KPUD Kabupaten/Kota semakin terbuka. Tidak hanya Ketua Tim Seleksi KPUD Badung dan Denpasar saja yang mengatakan tidak tahu-menahu. Tapi Ketua Tim Seleksi KPUD Bangli Prof Ibrahim juga demikian.

"Saya kaget baca berita di koran, kok soal sudah didistribusikan, tapi saya selaku Ketua Tim Seleksi nggak tahu," tuturnya semalam.

Melihat kondisi semacam itu, dengan tegas Ibrahim mengatakan, jika soal seleksi sudah cacat hukum. "Kami ini panitia seleksi, bukan panitia pengawas. Jadi yang punya wewenang dan tanggung jawab terhadap soal ujian itu adalah kami, bukan Pokja," katanya.

Termasuk pula kerahasiaan soal. Juga menjadi tanggung jawab tim seleksi, yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara. "Sampai saat ini, saya tidak tahu, dimana soal itu berada. Dengan demikian, jelas kami tidak mau lagi bertanggung jawab atas kerahasiaanya. Karena bukan kami yang memegang," kata Ibrahim dengan suara meninggi.

Kan sudah diamankan oleh Pokja? "Pokja tidak memiliki wewenang. Tugas dia hanya membantu kami dalam hal administrasi," imbuhnnya.

Padahal, lanjut Ibrahim, dalam pertemuan bersama Ketua KPUD Bali AA Wisnumurti sebelumnya, telah dijelaskan, jika distribusi soal akan dilakukan menjelang pelaksanaan tes dilakukan. Dan langsung diserahkan kepada tim seleksi.

"Soal seleksi itu harus batal demi hukum. Karena sudah tidak terjaga lagi kerahasiaanya, dan indikasi terjadinya kebocoran sangat besar," tandasnya.

Lalu apa langkah tim seleksi selanjutnya? Menanggapi hal itu, Ibrahim mengaku menyerahkan semua kebijakan kepada KPU Pusat. "Silahkan, ini otoritas KPU Pusat. Yang jelas, kami sudah tidak berani lagi bertanggung jawab," jelasnya.

Berarti harus ganti soal dong? "Saya tidak mengatakan begitu, silahkan masyarakat yang menilai. Mau diganti atau tidak, terserah KPU pusat," kata Ibrahim.

Sementara informasi yang didapat koran ini menyebutkan bahwa munculnya kisruh soal ini, KPU Pusat akan menggantinya. Itu dilakukan untuk menjaga kerahasiaan soal tersebut. "KPU akan mengganti soalnya dan melakukan distribusi ulang," kata orang dalam KPU Pusat tersebut.

Sementara Ketua tim seleksi KPUD Denpasar, Cok Ramaswati juga mengaku tidak tahu menahu jika distribusi soal seleksi sudah rampung semua. Awalnya mengaku tidak tahu soal itu sudah didistribusikan. Tapi, setelah dicek, dia mnegatakan soal itu sudah diterima Jumat (12/9) lalu. "Soal itu diterima Ketua Pokja KPUD Kota. Untuk menjaga kerahasiaanya, kini dititipkan disalah satu Polsek," jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua KPUD Denpasar I Made Gede Ray Misno, mengakui, bahwa soal seleksi sudah diterima. Namun, lelaki plontos itu mengaku tidak tahu menahu dimana soal tersebut disimpan. "Yang menerima dan bertanggung jawab adalah Ketua Pokja (I Wayan Arya Arsana). Coba tanyakan ke dia. Saya nggak ikut-ikutan, malu, karena saya maju lagi," akunya.

Sementara itu, Arya Arsana sendiri juga tidak menyangkal, jika dia yang menerima soal seleksi dari KPUD Bali. "Semua Ketua Pokja KPUD Kabupaten/Kota dipanggil oleh KPUD Bali, Jumat (12/9) lalu. Kemudian diserahi soal seleksi ini," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris KPUD Kota (dari unsur PNS).

Kok sudah dibagi sekarang? Lelaki bertubuh tambun ini mengakui, jika seharusnya soal seleksi itu baru dibagikan satu hari menjelang tes (14 September). Tapi, berhubung KPUD Bali ada kepentingan mendesak, pendistribusian soal akhirnya dilakukan lebih awal. "Kalau nggak salah, ada seleksi wawancara calon anggota KPUD Bali, dari pusat. Makanya soal dibagikan lebih awal," tandasnya.

Terus dimana disimpan? Sayangnya Arya Arsana tidak mau menyebutkan, dimana dia menyimpan soal itu. "Yang jelas sudah saya amankan, dan hanya saya sendiri yang tahu dimana lokasi penyimpananya," ucapnya.

Yakin nggak bocor? "Saya yang bertanggung jawab. Kalau ada kebocoran di Denpasar, jabatan saya taruhanya," ujarnya dengan nada meninggi. Terkait hembusan isu bocornya soal seleksi di KPUD Bali, Arya Arsana juga memberi respons keras. "Kalau memang terjadi seperti itu, harus ada sanksinya. Bahkan, seleksi anggota KPUD juga harus dibatalkan," ucapnya. (cas)

[ Senin, 15 September 2008 ]
Soal Bocor, KPU Pusat Marah
Jadwal Tes Diundur, Soal Juga Diganti


DENPASAR - Dugaan bocornya soal seleksi ujian tulis calon anggota KPUD kabupaten/kota se-Bali, akhirnya sampai juga ke telinga KPU Pusat. Karena marah dengan kejadian tersebut, KPU memastikan bakal mengganti semua soal seleksi tersebut, yang seharusnya digunakan sebagai bahan ujian tes tulis Senin (15/9) hari ini.

"Malam ini juga (kemarin, red) Wasekjen KPU Pusat dan beberapa orang staf, berangkat dari Jakarta ke Bali sambil membawa soal seleksi yang baru, sesuai dengan jumlah pelamar yang ada di kabupaten/kota se-Bali," ujar sumber koran ini di lingkungan KPU Pusat, yang minta agar identitasnya dirahasiakan, sore kemarin.

Lanjut dia, pagi hari (hari ini, red) sebelum tes digelar, Wasekjen KPU Pusat bakal mengundang semua tim seleksi Kabupaten/Kota untuk berkumpul di KPUD Bali. "Selain membagikan soal yang baru, KPU Pusat juga akan minta penjelasan, bagaimana kejadian memalukan ini bisa terjadi," imbuhnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dalam rapat hari ini juga bakal digunakan sebagai ajang untuk "menelanjangi" Sekretaris KPUD Bali Artadana. Atas kelancanganya membagikan soal seleksi, tanpa sepengetahuan tim seleksi maupun Ketua KPUD Bali, AA Wisnumurti.

Di tempat terpisah Wisnumurti membenarkan bahwa KPU Pusat bakal turun ke Bali untuk mengganti soal seleksi. "Saya baru saja menggelar rapat pleno untuk menyikapi masalah soal seleksi itu," jelas Wisnumurti. Dalam rapat pleno tersebut, kata dia, dihadiri lima orang, yaitu dari KPUD Bali dan Panwaslu Bali. Mereka adalah, Wisnumurti, Lanang Perbawa, Gayatri, Reniti, dan dari Panwaslu adalah Gatrini.

"Setelah mendengarkan pertimbangan tim seleksi Kabupaten/Kota serta hasil rapat pleno, maka kami sepakat untuk mengganti soal seleksi yang sudah beredar, dengan soal yang baru," jelasnya. Dengan demikian, KPUD Bali harus minta soal yang baru ke KPU Pusat. Termasuk menunda pelaksaan tes tulis dari yang sebelumnya dijadwalkan mulai pukul 09.00, mundur menjadi pukul 11.30.

"Besok (hari ini, Red) KPU pusat yang langsung menyerahkan soal itu kepada tim seleski. Untuk kemudian dibawa ke daerah masing-masing," paparnya. Dengan mengambil jarak terjauh, yaitu Kabupaten Jembrana dan Buleleng, akhirnya disepakati untuk menunda pelaksanaan ujian selama 2,5 jam.

Lalu apa ada sanksi bagi Artadana? Sayangnya Wisnumurti enggan menanggapi masalah itu. "Kami hanya bicara respon saja, tidak masalah sanksi. Begitu wacana berkembang di media, langsung kami sikapi dengan mengganti soal baru," pungkasnya. (cas)

BERITA KORAN INDONESIA ONLINE


Diduga Bocor, Materi Tes Calon Anggota KPU di Bali Diganti

15 September 2008, 07:15 pm | No Comments

DENPASAR–MI:Gara-gara diterpa isu bocor, materi soal-soal tes tulis calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se Provinsi Bali akhirnya diganti.

Penggantian soal itu juga berimbas terhadap pelaksanaan tes pada Senin (15/9) yang molor hingga 2,5 jam dari jadwal semula. Sebab, materi tes tulis yang baru itu datang mendadak.

Ketua KPU Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti ketika ditemui mengakui adanya penundaan pelaksanaan tes sampai

tulis yang dilakukan secara serentak di

delapan kabupaten dan kota. Semula tes dijadwalkan dimulai pukul 09.00, tetapi menjadi pukul 11.30 wita.

Mundurnya waktu pelaksanaan tes selama 2,5 jam itu karena mempertimbangkan jarak tempuh kabupaten terjauh seperti Buleleng, ujar Wisnumurti.

Soal-soal tertulis itu, ujarnya, langsung diantarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal KPU Pusat

Hasrudi didampingi anggota KPU Pusat Gusti Putu Artha dari Jakarta ke Denpasar. Selanjutnya soal diserahkan kepada tim seleksi daerah disaksikan anggota KPU dan Panitia Pengawasan (Panwas) kabupaten/kota di Bali. Pola distribusi itu diakui berbeda dengan yang diberlakukan selama ini yakni melalui sekretariat KPU.

Materi soal tertulis itu, menurut Wisnumurti sudah tiba di Bali pada 22 Agustus lalu dan baru diserahkan kepada KPU kabupaten/kota masing-masing pada 12 September. Dengan demikian ada jeda waktu di antara penyerahan tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah soal-soal itu memang

bocor atau tidak. (RS/OL-01)

No comments: